Senin, 25 Agustus 2014

Jangan sombong



Jangan Sombong)

Sebuah kapal karam di tengah laut karena terjangan badai dan ombak hebat.
Hanya dua orang lelaki yang bisa menyelamatkan diri dan berenang ke sebuah pulau kecil yang gersang. Dua orang yang selamat itu tak tahu apa yang harus dilakukan. Namun, mereka berdua yakin bahwa tidak ada yang dapat dilakukan kecuali berdoa.
Untuk mengetahui doa siapakah yang paling dikabulkan, mereka sepakat untuk membagi pulau kecil itu menjadi dua wilayah. Dan mereka tinggal sendiri-sendiri berseberangan di sisi-sisi pulau tersebut.
Doa pertama mereka panjatkan, mereka memohon agar diturunkan makanan. Esok harinya, lelaki ke satu melihat sebuah pohon penuh dengan buah-buahan tumbuh di sisi tempat tinggalnya. Sedangkan di daerah tempat tinggal lelaki yang lainnya tetap kosong.
Seminggu kemudian, lelaki yang ke satu merasa kesepian dan memutuskan untuk berdoa agar diberikan seorang istri. Keesokan harinya, ada kapal yang karam dan satu-satunya penumpang yang selamat adalah seorang wanita yang berenang dan terdampar di sisi tempat lelaki ke satu itu tinggal. Sedangkan di sisi tempat tinggal lelaki kedua tetap saja tidak ada apa-apanya.
Segera saja, lelaki ke satu ini berdoa memohon rumah, pakaian, dan makanan. Keesokan harinya,seperti keajaiban saja, semua yang diminta hadir untuknya.
Sedangkan lelaki yang kedua tetap saja tidak mendapatkan apa-apa. Akhirnya,lelaki ke satu ini berdoa meminta kapal agar ia dan istrinya dapat meninggalkan pulau itu.
Pagi harinya mereka menemukan sebuah kapal tertambat di sisi pantainya. Segera saja lelaki ke satu dan istrinya naik ke atas kapal dan siap-siap untuk berlayar meninggalkan pulau itu. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan lelaki ke dua yang tinggal di sisi lain pulau. Menurutnya, memang lelaki kedua itu tidak pantas menerima berkah tersebut karena doa-doanya tak pernah terkabulkan.
Begitu kapal siap berangkat, lelaki ke satu ini mendengar suara dari langit menggema, “Hai, mengapa engkau meninggalkan rekanmu yang ada di sisi lain pulau ini?”
“Berkahku hanyalah milikku sendiri, karena hanya doakulah yang dikabulkan,” jawab lelaki ke satu ini. “Doa lelaki temanku itu tak satupun dikabulkan. Maka,ia tak pantas mendapatkan apa-apa.”
“Kau salah!” suara itu membentak membahana. “Tahukah kau bahwa rekanmu itu hanya memiliki satu doa. Dan, semua doanya terkabulkan. Bila tidak, maka kau takkan mendapatkan apa-apa.”
“Katakan padaku,” tanya lelaki ke satu itu. “Doa macam apa yang ia panjatkan sehingga aku harus merasa berhutang atas semua ini padanya?”
“Ia berdoa agar semua doamu dikabulkan!”

Renungan :
Kesombongan macam apakah yang membuat kita merasa lebih baik dari yang lain?
Sadarilah betapa banyak orang yang telah mengorbankan segala sesuatu demi keberhasilan kita. Tak selayaknya kita mengabaikan peran orang lain, dan janganlah menilai seseorang / sesuatu hanya dari “yang terlihat” saja.

Hidup perubahan ada ditangan anda

Selasa, 19 Agustus 2014

Meninggalkan jejak dibelakang merebut massa depan




 TUGAS:  MENIGGALKAN JEJAK DIBELAKANG: MEREBUT MASA DEPAN
A.Kondisi social yang menghambat mematikkan
Kami melihat kenyataan kejadian dan pengalaman masyarakat disekitar kita adalah sebagai seorang bapak yang bertatus kepala keluarga tetapi tidak terlibat dalam pekerjaan kecil maupun besar seperti;
a.      Dia tidak mau mengurus diri sendiri dan keluarga
b.      Dia seorang yang punnya ibu dan anak-anaknya tetapi tidak tau kerja kebun
c.       Dia tidak pernah memelihat kebutuhan ibu dan anak-anaknya dirumah
d.      Dia tidak pernah mengurus anaknya kesekolah
e.      Dia selalu minta-mita uang sama orang lain dijalan-jalan
f.        Dia selalu mondar mandir di tempat-tempat tertentu padahal pekerjaan dirumah masih banyak
g.      Dia tidak perna belajar,melihat kondisi dan keadaan lingkungan,maupun perkembangan luar seperti masalah pupua ,Indonesia,dan Negara-negara luar.
Kami melihat persoalan-persoalan seperti diatas ini yang  menghambat mematikan social kehidupan jemaat,masyarakat kita dipapua,dan beberapa persoalan dan masalah lain yang kita sering lihat juga sperti:
a.      Orang tidak tau kerja dan tergantun pada barang-barang jualan ditoko dan pasar
b.      Orang  Seorang PNS tidak mau  kerja kebun hanya bergantung pada gaji setiap bulan
c.       Semua hal diatas pada intinya adalah Orang malas bekerja.

B.  Setiap orang yag hidup dipedalam kesehatannya sanggat sehat dan baik
Penghidupan masyarakat Damal pada umumnya tergantung pada bercocok tanam.Sistim pertanian masih tergolong tradisional.Lahan yang orang Damal gunakan merupakan lereng-lereng gunung,karena  tanah dasar sangat kurang.Cara membuat kebun orang Damal harus menebang kayu-kayu hutan membersihkan lokasi tersebut. Setelah lahan membersikan daun, dahan, dan rumputkerindibakar,makalahan kebun siap untuk ditanami.                
Orang Damal mengunakan batang kayu untuk melubangi tanah dan menanam bibit tanaman. tanaman yang ditanam sesui dengan tanah yang diolah. Kalau tanah itu utuk keladi mereka tanam keladi, Kalau tempat itu cocok utuk ubi maka mereka tanam ubi. Orang Damal membuka dua macam lahan. Lahan itu dihutan berarti untuk keladi.Di lereng gunung dan tanah berbatu-batu, berarti untuk ubi,singkong,jagung,pisang tebuh dan lain –lain.

C.Budaya dan Tradisi Suku menuju pada kepunahan.
 Kami melihat dari kalangan orang DAMAL tradisi dan budaya orang damal menuju pada kehancuran atau menuju pada kepunahan, banyak orang Damal dan anak-anak damal mengikuti jejak orang lain,tidak mau mengikuti jejak dan langka-langka hidup orang tua dan adat tradisi mereka dalam kehidupan masa-masa perkembangan sekarang ini.
Hidup orang tua tua dalu berbeda dengan sekarang orang tua dulu hidup sederhana dan tidak ada persoalan dan dan masalah hidup mereka dengan umur panjang baik mereka hidup dalam kekurarangan barang-barang seperti:
a.      Sandang
b.      Papan
c.       Pangan
d.      Dan kekurangan lain seperti perkembangan dunia luar yang terjadi seperti sekarang ini.
Menyimak dari hal sersebut diatas orang banyak anak-anak Damal yang menggikuti kehidupan orang lain seperti; perhiasan-perhiasan adat,mengunanakan bahasa dalam nyanyian dan tarian,membuat honai dan pagar,membuat nogen,makan pinang,minum-minuman keras beralkohol dan mabuk,selalu hidup dalam kekerasan perang,membajar kepala orang dengan mengunakan dana miliharan,dan puluhan juta, meningkatnya pelecehan terhadap ibu-ibu rumah tanggga dan anak-anak dibawah umur dan lain sebagainya.
Sebenarnya hal-hal tersebut diatas bukan adat dan tradisi orang Damal namun ini adalahmerupakan  mengunakan tradisi,jejak dan langka-langka hidup orang lain.
Sehingga kita sebagai orang tua,pendeta,guru-guru pengajar,dan para Intlektual, para pimpinan adat,kepala suku harus memberikan pemahaman tentang adat dan tradisi kepada anak-anak generasi sekarang,sehingga anak-anak sekarang tersebut mendewasahkan diri didalam hal-hal tersebut diatas.
Hidup anak anak kita kedepan ini sanggat menyulitkan bagi orang tua dan keluarga kita,sehingga kita sebaggai orang tua dari anak-anak tersebut diatas harus merperhatian penuh kepada generasi sekarang, supaya hidup sekarang lebih baik daripada  masa anak-anak kita yang akan dating sesuai dengan firman Tuhan didalam “Ulangan 6:7. Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada Anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk dirumahmu, apabilah engkau sedang dalam perjalanan, apabilah enkau berbaring,apabilah engkau bangun”.
Dalam membina generasi muda sesuai dengan perkembangan zaman dimasa kini agar nantinya mereka mampu berhadaptasi dengan perkembangan yang akan dating sesuai dengan perkembangan zaman.
 Membina dan mendidik generasi muda berdasarkan Firman Tuhan agar nantinya generasi ini memiliki Iman yan berkualitas untuk menghadapi tantangan Iman.


D. Ini bukan Budaya dan merebut masa depan hidup kita
Kalau kami melihat Anak-anak kami ikut terlibat dalam tradisi dibawah ini sanggat susa untuk hidup anak-anak kita  kedepan akan menggalami kehancuran.
Hidup seperti  gamabr diatas ini sanggat menyulitkan bagi anak-anak kita,hidup anak kita akan hancur dalam perang adat perang suku terlibat dalam minum-minuman  beralkohol,aibon,dan hidup terlibat dalam masalah lain.
 
E. Anak-anak kita perlu mengajarkan adat dan tradisi yang benar dari orangnya

  Masyarakat Damal hidup dalam keserhanaan ,pendidikan anak-anak  dilakukan dimana-mana.Pendidikan formal sulit,Kedua orang tua adalah guru pertama. Anak-anak tidak dapat belajar tanpa orang tua,dikatakan orang tua sebagai guru utama karena anak-anak hanya babarapa jam disekolah sedangkan lebih enam jam anak tersebut bersama orang tua dirumah.Setiap malam mendidk dan mengajar didalam honai.Apa saya yang disampaikan oleh orang tua langsung ditanngkap dan dihafal oleh anak.Biasanya diajar dalam honai adalah cara membuatkebun,membuatt pagar,menanam keladi,dan lain sebagainaya serta dongeng dan cerita mengenai keturunan.Begitu juga pada wanita pada saat tidur di hoai sang, ibu akan mengajar tentang membuat noken,menjahit, mencuci,memasak,dan lain sebaginya.
Cara mendidik mereka bukan saya melalui nasehat melainkan lebih banyak an disertakan dalam berbagai kegiatan orang dewasa.Ini adalah pendidikan langsung agar mereka dapat mengetahui apa yang menjadi tanggungjawab orang dewasa, termasuk dalam dalam berumah tangga dan bermasyarakat .pelajaran yang di perole secara langsung adalah cara memintal kayu untuk di buat noken, membuat panah dan busur,membuat gelang tangan yang terbuat dari rotan,berburu,membuat rumah,kandang,upacara-upacara adat dan lain-lain.




Dengan Gerakan perubahan generasi kita kedepan.



MENINGGALKAN JAJAK DIBELAKANG: MEREBUT MASA DEPAN
1.       PENGANTAR
1.1. Kehidpan= Identik dengan kegiatan % kegiatan kehidupan didunia tinggalkan jejak dibelakang
1.2. Jejak membekak= dari siapa kita dalam hubungan sesama,Tuhan, dari hal-hal politik,lihat kondisi kita,Sumatra,jawa,jogya dan lain-lain.
1.3. Kita sedang temukan (Dies Natalis) 51 Tahun % perang antar suku.

PIERE BOURDEUW
v  Model=Modal  adalah orang Tua dirumah
v  Habitat
v  Ramah
1.       Semua orang bermain=ramah=Ruang tertentu
2.       Bermain diruang orang-orang modal
3.       Habitat
Kekerasan simbolis berbahaya orang meletakan menghindari
ü  Watak
ü  Lingkungan=ramah
ü  Nyali=ruang tertentu
ü  Penyentu yang membekali dengan ramah
ü  Modal utama adalah seorang Ayah dan Ibu untuk mendorong anak-anaknya anaknya sebelum terpengaruh dengan lingkungan dan sebelum mengenal dunia luar.
ü  Kita harus ada kerja sama dengan Biro-biro yang ada didalam organisasi gereja Kingmi

KEKERASAN
JOHN GALTUG
=Apapun menghalangi kelompok=kelompok tertentu untuk social memenuhi kebutuhan hakiki untuk beribadah
Contoh:
Melihat orang –orang pendatang yang masuk ke Papua  melalui kapal,pesawat,Bukanlah mereka membawah tanah,tetapi mereka mencari tanah dan datang membeli tanah menempati tempat-tempat tertentu lalu berdagang,mencari keuntungan bagi anak cucu kedepan.Kemudian menghabiskan ras papua.
TEORI KEBUTUHAN
Motivasi  =(“ NOEDDFOR ACHIEWMENT)
*      Kekuasaan ada dimana-mana
*      Setiap orang yang ada kekuasaan
*      Setiap orang yang mau hidup sendiri ada penindasan dan penjayahan olen Negara lain
*      Didalam kehidupan ada persoalan yang kita hadapi seperti;
a.       Kematian melalui kesakitan
b.      Kematian lewat pembunuhan kekerasan,perang suku dll
c.       Kematian melalui kemabukan
d.      Kematian melalui kemabukan
e.      Kematian lewat HIV,AIDS,dan lain sebagainya.
2 Korintus 4:6.Tuhan telah taru terang-terangnya dalam diri kita masing-masing.
Terutama para pengajar STT kita harus beruba cara mengajar,metode dan cara-cara lain
§  Dalam semanggat ini kita membuat semangagat baru didalam perjalanan,dilapangan
§  Kita berjuan dan berlatih untuk menbguasai penulis buku yang hebat dinegri ini
§  Orang Papua melamnbangkan kodok dalam belangga/panic yang baru mau rebus sedikit-sedikit mati
§  Tidak mengenal jalan kesana kesini menikmati orang lain punya pekerjaan,orang Papua selalu urus orang Indonesia pada hal papua ada masalah,baru hanya jalan masuk akeluar dan sebagainya.
§  Gerakan-gerakan yang tidak bisah dilihat adalah ABRI masuk DESA seperti berkunjung ke Gereja
§  Menyatu kerjasama dengan setiap orang pendeta dan gembala
§  Mengambil hati masyarakat disekitar kita dan ujungnya ada kekerasan kembali ke masyarakat.
MATA KULIAH GERAKAN KE AGAMAN
PEMIKIR DARI KAUM TERTINDAS
(paulo freire)
Conscietization= Pengaderan system pendidikan kaum tertindas di Brasil dua system pendidikan Bangkin
Ø  Pengusaha Bank-monolog
Ø  Masyarakat/Gereja-Nasaba apa saya
Pendidikan Publik
v  Pengalaman
v  Aksi
v  Refleksi
Ruang untuk membuka keputusan Conscientization
v  Saya menyadari saya berpakaian mera/putih
v  Satu relasi baru
v  Objek kekuasaan realitas dunia baru “ Pengetahuan tentang masalh,pengalaman”
v  Pengalaman “ media/ sarana untuk belajar” Laboratorium pengetahuan
v  Intraksi apa yang kita jakini dengan apa yang menjadi kenyataan
v  Dialog=untuk menemukan sulusi dari pengalaman
v  Resistensi keyahanan diri dalam masalah, keluar dari lingkaran masalah penyadaran sadar akan situasi yg di alami.Orang papua ikut berlombah dalam cabinet Indonesia,kita yang menciptakan kondisi,pelayanan berbasis masalah, kita juga mencari masalah  yang terjadi dikalangan masyarakat.
Maka orang- orang Israel menulis Alkitab dengan jumlah orang sekitar 70 orang, Asingkan ke ALEXSANDRIA DI MESIR untuk menulis buku Alkitab,dan mereka tidak mau supaya ada Negara lain yang mengintevensi dalam penulisan tersebut dan juga dalam kehidupan mereka, didalam penulisan Alkitab tidak boleh Negara-negara lain disekitarnya seperti contoh diatas.
PAULO FREIRE
Pemikiran palsu harus dibuang
Kita mengajarkan anak-anak kita dengan berulang-ulang kali sehingga anak-anak kita jangan terpancing dengan perubahan-perubahan sekarang, anak kita dan kita tidak tau budaya,tradisi kami masing-masing.
Pendidikan kemerdekaan adalah mulai dari otak pribadi untuk menfraferkan ide-ide yang baik kepada anak-anak kita supaya anak kita kedepan menjadi anak terdidik dan terpelihara didalam Firman dan kebenaran-kebenaran.
Kita juga mengajarkan anak-anak kita,kami juga bicartinggitetapi tidak perna mengururus anak dengan baik seperti:
Ø  Tidak perna menggantar anak kita ke sekolah
Ø  Tidak perna mengantar anak kita ke sekolah minggu
Ø  Tidak perna mengantar anak kita ke hari minggu
Ø   Tidak perna kasih makan,dan kasih mandi
Ø  Tidak perna memberikan nasehat, dan memotivasi kepada anaknya
Ø  Isri dan anak-anak di berantakan hidup tidak tetap seperti kayu diatas air laut,selalu berpinda-pindah pikiran dan perasaannya
*      Apa yang kita bisah buat
*      Apa yang saya bisah buat
*      Saya dimana
*      Anak-anak saya dimana
Melihat keadaan dan kondisi yang sedang terjadi sekarang melihat kehidupan kedepan papua dan Negara-negara lain lain yang sedang berjuang untuk kehidupan kedepan yang berbahagia.
v  Kekerasan Negara
v  KDRT
v  Gisi buruk
v  Kebijakan-dephentre
v  Perang suku
v  Ketidak berdayaan
v  Gereja,STT kita,Gembalah/Pdt.kita,KKR Dengan harapan campur tanggan Tuhan
v  Kepunahan
v  Degenerative public,policy,pemerintah RI
v  Sama denagan penjayahan di Mesir