TUGAS: MENIGGALKAN JEJAK DIBELAKANG: MEREBUT MASA
DEPAN
A.Kondisi social yang menghambat mematikkan
Kami melihat kenyataan kejadian dan pengalaman masyarakat
disekitar kita adalah sebagai seorang bapak yang bertatus kepala keluarga
tetapi tidak terlibat dalam pekerjaan kecil maupun besar seperti;
a.
Dia
tidak mau mengurus diri sendiri dan keluarga
b.
Dia
seorang yang punnya ibu dan anak-anaknya tetapi tidak tau kerja kebun
c.
Dia
tidak pernah memelihat kebutuhan ibu dan anak-anaknya dirumah
d.
Dia
tidak pernah mengurus anaknya kesekolah
e.
Dia
selalu minta-mita uang sama orang lain dijalan-jalan
f.
Dia
selalu mondar mandir di tempat-tempat tertentu padahal pekerjaan dirumah masih
banyak
g.
Dia
tidak perna belajar,melihat kondisi dan keadaan lingkungan,maupun perkembangan
luar seperti masalah pupua ,Indonesia,dan Negara-negara luar.
Kami melihat persoalan-persoalan seperti diatas ini yang menghambat mematikan social kehidupan
jemaat,masyarakat kita dipapua,dan beberapa persoalan dan masalah lain yang
kita sering lihat juga sperti:
a.
Orang
tidak tau kerja dan tergantun pada barang-barang jualan ditoko dan pasar
b.
Orang
Seorang PNS tidak mau kerja kebun hanya bergantung pada gaji setiap
bulan
c.
Semua
hal diatas pada intinya adalah Orang malas bekerja.


B. Setiap orang yag hidup dipedalam kesehatannya
sanggat sehat dan baik
Penghidupan masyarakat Damal pada umumnya tergantung pada bercocok
tanam.Sistim pertanian masih tergolong tradisional.Lahan yang orang Damal
gunakan merupakan lereng-lereng gunung,karena
tanah dasar sangat kurang.Cara membuat kebun orang Damal harus menebang
kayu-kayu hutan membersihkan lokasi tersebut. Setelah lahan membersikan daun,
dahan, dan rumputkerindibakar,makalahan kebun siap untuk ditanami.
Orang Damal
mengunakan batang kayu untuk melubangi tanah dan menanam bibit tanaman. tanaman yang ditanam sesui dengan
tanah yang diolah. Kalau tanah itu utuk keladi mereka tanam keladi, Kalau
tempat itu cocok utuk ubi maka mereka tanam ubi. Orang Damal membuka dua macam
lahan. Lahan itu dihutan berarti untuk keladi.Di lereng gunung dan tanah
berbatu-batu, berarti untuk ubi,singkong,jagung,pisang tebuh dan lain –lain.
C.Budaya dan Tradisi Suku menuju pada kepunahan.
Kami melihat dari kalangan orang DAMAL tradisi
dan budaya orang damal menuju pada kehancuran atau menuju pada kepunahan,
banyak orang Damal dan anak-anak damal mengikuti jejak orang lain,tidak mau
mengikuti jejak dan langka-langka hidup orang tua dan adat tradisi mereka dalam
kehidupan masa-masa perkembangan sekarang ini.
Hidup orang tua tua dalu berbeda dengan sekarang orang tua
dulu hidup sederhana dan tidak ada persoalan dan dan masalah hidup mereka
dengan umur panjang baik mereka hidup dalam kekurarangan barang-barang seperti:
a.
Sandang
b.
Papan
c.
Pangan
d.
Dan
kekurangan lain seperti perkembangan dunia luar yang terjadi seperti sekarang
ini.
Menyimak dari hal sersebut diatas orang banyak anak-anak
Damal yang menggikuti kehidupan orang lain seperti; perhiasan-perhiasan
adat,mengunanakan bahasa dalam nyanyian dan tarian,membuat honai dan
pagar,membuat nogen,makan pinang,minum-minuman keras beralkohol dan
mabuk,selalu hidup dalam kekerasan perang,membajar kepala orang dengan
mengunakan dana miliharan,dan puluhan juta, meningkatnya pelecehan terhadap
ibu-ibu rumah tanggga dan anak-anak dibawah umur dan lain sebagainya.
Sebenarnya hal-hal tersebut diatas bukan adat dan tradisi
orang Damal namun ini adalahmerupakan mengunakan tradisi,jejak dan langka-langka
hidup orang lain.
Sehingga kita sebagai orang tua,pendeta,guru-guru pengajar,dan
para Intlektual, para pimpinan adat,kepala suku harus memberikan pemahaman
tentang adat dan tradisi kepada anak-anak generasi sekarang,sehingga anak-anak
sekarang tersebut mendewasahkan diri didalam hal-hal tersebut diatas.
Hidup anak anak kita kedepan ini sanggat menyulitkan bagi
orang tua dan keluarga kita,sehingga kita sebaggai orang tua dari anak-anak
tersebut diatas harus merperhatian penuh kepada generasi sekarang, supaya hidup
sekarang lebih baik daripada masa
anak-anak kita yang akan dating sesuai dengan firman Tuhan didalam “Ulangan
6:7. Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada Anak-anakmu dan
membicarakannya apabila engkau duduk dirumahmu, apabilah engkau sedang dalam
perjalanan, apabilah enkau berbaring,apabilah engkau bangun”.
Dalam membina generasi muda sesuai dengan perkembangan zaman
dimasa kini agar nantinya mereka mampu berhadaptasi dengan perkembangan yang
akan dating sesuai dengan perkembangan zaman.
Membina dan mendidik
generasi muda berdasarkan Firman Tuhan agar nantinya generasi ini memiliki Iman
yan berkualitas untuk menghadapi tantangan Iman.








D. Ini bukan Budaya dan
merebut masa depan hidup kita
Kalau kami melihat Anak-anak kami ikut terlibat dalam tradisi
dibawah ini sanggat susa untuk hidup anak-anak
kita kedepan akan menggalami kehancuran.

Hidup seperti gamabr diatas ini sanggat menyulitkan bagi
anak-anak kita,hidup anak kita akan hancur dalam perang adat perang suku
terlibat dalam minum-minuman
beralkohol,aibon,dan hidup terlibat dalam masalah lain.
E. Anak-anak kita perlu
mengajarkan adat dan tradisi yang benar dari orangnya
Masyarakat
Damal hidup dalam keserhanaan ,pendidikan anak-anak dilakukan dimana-mana.Pendidikan formal
sulit,Kedua orang tua adalah guru pertama. Anak-anak tidak dapat belajar tanpa
orang tua,dikatakan orang tua sebagai guru utama karena anak-anak hanya
babarapa jam disekolah sedangkan lebih enam jam anak tersebut bersama orang tua
dirumah.Setiap malam mendidk dan mengajar didalam honai.Apa saya yang
disampaikan oleh orang tua langsung ditanngkap dan dihafal oleh anak.Biasanya
diajar dalam honai adalah cara membuatkebun,membuatt pagar,menanam keladi,dan
lain sebagainaya serta dongeng dan cerita mengenai keturunan.Begitu juga pada
wanita pada saat tidur di hoai sang, ibu akan mengajar tentang membuat
noken,menjahit, mencuci,memasak,dan lain sebaginya.
Cara mendidik mereka bukan saya melalui nasehat
melainkan lebih banyak an disertakan dalam berbagai kegiatan orang dewasa.Ini
adalah pendidikan langsung agar mereka dapat mengetahui apa yang menjadi
tanggungjawab orang dewasa, termasuk dalam dalam berumah tangga dan
bermasyarakat .pelajaran yang di perole secara langsung adalah cara memintal
kayu untuk di buat noken, membuat panah dan busur,membuat gelang tangan yang
terbuat dari rotan,berburu,membuat rumah,kandang,upacara-upacara adat dan
lain-lain.













Tidak ada komentar:
Posting Komentar