Selasa, 19 Agustus 2014

Meninggalkan jejak dibelakang merebut massa depan




 TUGAS:  MENIGGALKAN JEJAK DIBELAKANG: MEREBUT MASA DEPAN
A.Kondisi social yang menghambat mematikkan
Kami melihat kenyataan kejadian dan pengalaman masyarakat disekitar kita adalah sebagai seorang bapak yang bertatus kepala keluarga tetapi tidak terlibat dalam pekerjaan kecil maupun besar seperti;
a.      Dia tidak mau mengurus diri sendiri dan keluarga
b.      Dia seorang yang punnya ibu dan anak-anaknya tetapi tidak tau kerja kebun
c.       Dia tidak pernah memelihat kebutuhan ibu dan anak-anaknya dirumah
d.      Dia tidak pernah mengurus anaknya kesekolah
e.      Dia selalu minta-mita uang sama orang lain dijalan-jalan
f.        Dia selalu mondar mandir di tempat-tempat tertentu padahal pekerjaan dirumah masih banyak
g.      Dia tidak perna belajar,melihat kondisi dan keadaan lingkungan,maupun perkembangan luar seperti masalah pupua ,Indonesia,dan Negara-negara luar.
Kami melihat persoalan-persoalan seperti diatas ini yang  menghambat mematikan social kehidupan jemaat,masyarakat kita dipapua,dan beberapa persoalan dan masalah lain yang kita sering lihat juga sperti:
a.      Orang tidak tau kerja dan tergantun pada barang-barang jualan ditoko dan pasar
b.      Orang  Seorang PNS tidak mau  kerja kebun hanya bergantung pada gaji setiap bulan
c.       Semua hal diatas pada intinya adalah Orang malas bekerja.

B.  Setiap orang yag hidup dipedalam kesehatannya sanggat sehat dan baik
Penghidupan masyarakat Damal pada umumnya tergantung pada bercocok tanam.Sistim pertanian masih tergolong tradisional.Lahan yang orang Damal gunakan merupakan lereng-lereng gunung,karena  tanah dasar sangat kurang.Cara membuat kebun orang Damal harus menebang kayu-kayu hutan membersihkan lokasi tersebut. Setelah lahan membersikan daun, dahan, dan rumputkerindibakar,makalahan kebun siap untuk ditanami.                
Orang Damal mengunakan batang kayu untuk melubangi tanah dan menanam bibit tanaman. tanaman yang ditanam sesui dengan tanah yang diolah. Kalau tanah itu utuk keladi mereka tanam keladi, Kalau tempat itu cocok utuk ubi maka mereka tanam ubi. Orang Damal membuka dua macam lahan. Lahan itu dihutan berarti untuk keladi.Di lereng gunung dan tanah berbatu-batu, berarti untuk ubi,singkong,jagung,pisang tebuh dan lain –lain.

C.Budaya dan Tradisi Suku menuju pada kepunahan.
 Kami melihat dari kalangan orang DAMAL tradisi dan budaya orang damal menuju pada kehancuran atau menuju pada kepunahan, banyak orang Damal dan anak-anak damal mengikuti jejak orang lain,tidak mau mengikuti jejak dan langka-langka hidup orang tua dan adat tradisi mereka dalam kehidupan masa-masa perkembangan sekarang ini.
Hidup orang tua tua dalu berbeda dengan sekarang orang tua dulu hidup sederhana dan tidak ada persoalan dan dan masalah hidup mereka dengan umur panjang baik mereka hidup dalam kekurarangan barang-barang seperti:
a.      Sandang
b.      Papan
c.       Pangan
d.      Dan kekurangan lain seperti perkembangan dunia luar yang terjadi seperti sekarang ini.
Menyimak dari hal sersebut diatas orang banyak anak-anak Damal yang menggikuti kehidupan orang lain seperti; perhiasan-perhiasan adat,mengunanakan bahasa dalam nyanyian dan tarian,membuat honai dan pagar,membuat nogen,makan pinang,minum-minuman keras beralkohol dan mabuk,selalu hidup dalam kekerasan perang,membajar kepala orang dengan mengunakan dana miliharan,dan puluhan juta, meningkatnya pelecehan terhadap ibu-ibu rumah tanggga dan anak-anak dibawah umur dan lain sebagainya.
Sebenarnya hal-hal tersebut diatas bukan adat dan tradisi orang Damal namun ini adalahmerupakan  mengunakan tradisi,jejak dan langka-langka hidup orang lain.
Sehingga kita sebagai orang tua,pendeta,guru-guru pengajar,dan para Intlektual, para pimpinan adat,kepala suku harus memberikan pemahaman tentang adat dan tradisi kepada anak-anak generasi sekarang,sehingga anak-anak sekarang tersebut mendewasahkan diri didalam hal-hal tersebut diatas.
Hidup anak anak kita kedepan ini sanggat menyulitkan bagi orang tua dan keluarga kita,sehingga kita sebaggai orang tua dari anak-anak tersebut diatas harus merperhatian penuh kepada generasi sekarang, supaya hidup sekarang lebih baik daripada  masa anak-anak kita yang akan dating sesuai dengan firman Tuhan didalam “Ulangan 6:7. Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada Anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk dirumahmu, apabilah engkau sedang dalam perjalanan, apabilah enkau berbaring,apabilah engkau bangun”.
Dalam membina generasi muda sesuai dengan perkembangan zaman dimasa kini agar nantinya mereka mampu berhadaptasi dengan perkembangan yang akan dating sesuai dengan perkembangan zaman.
 Membina dan mendidik generasi muda berdasarkan Firman Tuhan agar nantinya generasi ini memiliki Iman yan berkualitas untuk menghadapi tantangan Iman.


D. Ini bukan Budaya dan merebut masa depan hidup kita
Kalau kami melihat Anak-anak kami ikut terlibat dalam tradisi dibawah ini sanggat susa untuk hidup anak-anak kita  kedepan akan menggalami kehancuran.
Hidup seperti  gamabr diatas ini sanggat menyulitkan bagi anak-anak kita,hidup anak kita akan hancur dalam perang adat perang suku terlibat dalam minum-minuman  beralkohol,aibon,dan hidup terlibat dalam masalah lain.
 
E. Anak-anak kita perlu mengajarkan adat dan tradisi yang benar dari orangnya

  Masyarakat Damal hidup dalam keserhanaan ,pendidikan anak-anak  dilakukan dimana-mana.Pendidikan formal sulit,Kedua orang tua adalah guru pertama. Anak-anak tidak dapat belajar tanpa orang tua,dikatakan orang tua sebagai guru utama karena anak-anak hanya babarapa jam disekolah sedangkan lebih enam jam anak tersebut bersama orang tua dirumah.Setiap malam mendidk dan mengajar didalam honai.Apa saya yang disampaikan oleh orang tua langsung ditanngkap dan dihafal oleh anak.Biasanya diajar dalam honai adalah cara membuatkebun,membuatt pagar,menanam keladi,dan lain sebagainaya serta dongeng dan cerita mengenai keturunan.Begitu juga pada wanita pada saat tidur di hoai sang, ibu akan mengajar tentang membuat noken,menjahit, mencuci,memasak,dan lain sebaginya.
Cara mendidik mereka bukan saya melalui nasehat melainkan lebih banyak an disertakan dalam berbagai kegiatan orang dewasa.Ini adalah pendidikan langsung agar mereka dapat mengetahui apa yang menjadi tanggungjawab orang dewasa, termasuk dalam dalam berumah tangga dan bermasyarakat .pelajaran yang di perole secara langsung adalah cara memintal kayu untuk di buat noken, membuat panah dan busur,membuat gelang tangan yang terbuat dari rotan,berburu,membuat rumah,kandang,upacara-upacara adat dan lain-lain.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar