Minggu, 19 Oktober 2014

Memahami peran sosial dalam Ham



MEMAHAMI PERAN MISI AGAMA SOSIAL DALAM HAM
Agama dan norma agama pada hakikatnya mengajarkan perilaku manusia untuk hidup teratur, tertib  agar  tidak terjadi khaos, Atau keteraturan sosial dalam masyarakat dapat terlestari. Secara  fundamental  agama mengarahkan manusia untuk menjalankan perintah-perintah Tuhan dan menjauhkan larangan-larangan Tuhan.
Secara spiritualitas agama memiliki perangkat normatif yang bersumber dari Tuhan. Walaupun agama sebagai sarana saja, namun  agama diberi tugas untuk menjaga otoritas wilayah kebenaran, keadilan, perdamaian, Cinta kasih, damai sejahtera dst.
Benturan-benturan  dan gesekan-gesekan sosial karena kepentingan keberlangsungan hidup,  terkadang menghimpit kehidupan umat manusia. Akhirnya, konflik menjadi bagian yang inherent.  konflik antar kelas sosial, konflik antar agama, konflik antar etnis, konflik wilayah, konflik identitas budaya. Konflik kepentingan negara, konflik politik, konflik ekonomi, konflik perang, konflik hukum dan seterusnya.
Dalam dunia seperti ini gereja hadir. Kalau demikian bagaimana gereja berpikir dan berkarya . Apakah gereja terus memagari diri dan tetap menyibukkan diri dengan ritus suci pelayanan birokrasi gereja tanpa menghiraukan pergolakkan sosial, tuntutan hak-hak dasar hidup manusia, kerusakan lingkungan hidup akibat eksploitasi lingkungan alam secara ilegal, kejahatan kemanusiaan, ada suara yang minta Papua Merdeka. Bagaimana dari dalam tembok gereja melihat kenyataan ini ? apakah mereka tidak dapat melihatnya secara jelas, karena ada tembok /dinding gereja dan pagar tembok yang terlalu tinggi dan mengkilau sehingga mereka tidak dapat melihat dengan jelas kondisi sosialnya, ataukah mungkin pakaian dan setelan jas  yang dipakai oleh orang di (dalam) tembok gereja yang bersih dan rapi, ataukah sepatu mahalan yang membungkusi kakinya sehingga ia berat dan tidak dapat melangkah keluar
Di dalam ruang Gereja terdengar : pembacaan ayat-ayat Alkitab, nyanyian indah dan pujian kepada Tuhan, ada uang kolekte dijalankan, Ada seorang pendeta yang berdasi dan berjas tanpa menyampaikan kata-kata Alkitab. Diluar ruangan gereja : ada kejahatan kemanusiaan, pencurian harta kekayaan alam, seorang tak bersekolahan dalam keadaan mabuk meminta uang. Sungguh, dua fakta yang berbeda   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar