HIDUP HARMONIS DALAM KELUARGA
Sebagai lanjutan dari edisi
sebelumnya (edisi 064/2004) yang menampilkan topik Menjadi Sahabat Buat Anak,
kini kami lengkapi sajian TELAGA dengan topik Menjadi Sahabat Bagi Istri.
Ringkasan perbincangan dengan Pdt. Dr. Paul Gunadi, Ph.D. berikut ini kami
harapkan bisa semakin melengkapi informasi yang sudah kami sajikan sebelumnya.
Selamat menyimak!
|
T
|
:
|
Apa sebenarnya yang harus
diketahui seorang suami supaya dia bisa menjadi sahabat bagi istrinya?
|
|
J
|
:
|
Agar bisa menjadi sahabat bagi
istrinya, seorang suami perlu mengerti bahwa wanita sangat dipengaruhi oleh
SUASANA HATI DAN GEJOLAK HORMONALNYA. Wanita mudah dipengaruhi secara
emosional, apa yang terjadi di luar akan menggugah emosinya dan emosi itu
akan berperan sangat besar dalam pertimbangannya, persepsinya, dan bagaimana
dia bereaksi terhadap apa yang sedang terjadi.
Wanita juga dipengaruhi oleh
gejolak hormonalnya, setiap bulan wanita mengalami menstruasi atau haid. Pada
masa ini akan terjadi perubahan hormonal dan akan membawa perubahan dalam
emosinya. Sedangkan pria tidak harus mengalami gejolak hormonal seperti ini,
setiap bulan pria melewati hari-harinya dengan sama. Kadangkala pria salah
sangka dan menganggap wanita memang tidak stabil. Sebetulnya bukan tidak
stabil dalam pengertian adanya kelemahan, tapi memang wanita sangat
dipengaruhi oleh suasana hati dan gejolak hormonalnya.
Jadi yang harus dilakukan pria
adalah perlu memperhatikan bahasa tubuh istrinya, artinya perhatikan
gerak-geriknya, wajahnya, sikapnya, apakah mulai berubah. Ketika melihat
bahwa istri kita mulai berubah berarti ada yang mengganggunya, maka kita
harus menyesuaikan tindakan atau sikap atau kata-kata kita. Suami yang
bijaksana adalah suami yang bisa melihat gerak-gerik istrinya dan mengetahui
bahwa si istri dalam perasaan atau suasana hati tertentu.
|
|
T
|
:
|
Dalam kondisi emosi yang sedang
terganggu, hal apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh istri?
|
|
J
|
:
|
Pada saat-saat seperti itu yang
paling penting adalah si suami tidak membalasnya karena akan memperburuk
keadaan atau jangan juga mendiamkannya karena ini juga salah. Jadi yang harus
dilakukannya adalah tetap bicara seperti biasa tapi lebih peka. Suara jangan
terlalu dinaikkan, gunakan kata-kata yang lebih lembut. Jadi kita mencoba
mengontrol suasana agar kondusif, agar bisa lebih reda. Gerakan atau upaya
suami untuk menolong istri akan menciptakan suasana yang teduh, yang bisa
membuat istri lebih tenang.
|
|
T
|
:
|
Apakah kehadiran suami secara
fisik itu penting bagi istri pada saat-saat seperti itu?
|
|
J
|
:
|
Inilah hal kedua yang perlu
dipahami oleh seorang suami, bahwa istri atau wanita MEMBUTUHKAN SENTUHAN
FISIK UNTUK MEMBUATNYA MERASA DIKASIHI. Pada umumnya wanita membutuhkan
sentuhan fisik, sentuhan yang lembut, yang sangat sederhana tetapi
mengkomunikasikan perasaan cinta suami kepada istri. Jadi jangan hanya
menyentuh istri tatkala berhubungan seksual, karena tidak bisa tidak istri
akan merasa dipakai. Kita bisa sentuh dia dalam suasana yang jauh lebih
santai, saat akan pergi, sedang lewat atau sedang berpapasan, kita pegang
tangannya atau sedikit memegang tubuhnya. Hal ini membuat istri merasa bahwa
kita bersama dengan dia dan dia tidak sendiri. Bagi seorang wanita perasaan
bersama atau kebersamaan adalah hal yang penting. Ini adalah hal-hal kecil yang
bagi pria memang tidak ada artinya tetapi berarti besar bagi seorang wanita.
|
|
T
|
:
|
Bagaimana halnya dengan komunikasi
suami istri, supaya suami bisa menjadi sahabat bagi istrinya?
|
|
J
|
:
|
Suami perlu mengerti bahwa WANITA
SENANG DIAJAK BICARA karena hal ini membuatnya merasa penting dalam hidup
pria. Jadi bagi wanita tidak penting dia dilihat orang seperti apa tetapi dia
ingin kepastian bahwa bagi suaminya dia adalah orang yang penting. Jadi
pilihlah waktu yang santai, sekurangnya seminggu sekali untuk berbincang-bincang
dengan lumayan panjang atau pergi berdua dan bisa ngobrol-ngobrol dengan
bebas tanpa anak, tanpa orang lain. Atau misalkan suami tidak pandai bicara,
suami bisa ajukan pertanyaan tentang kegiatan istrinya hari itu, tentang
anak-anak dan hal-hal rutin lainnya. Jadi, yang dibutuhkan oleh istri adalah
jalinan kontak. Waktu dia bisa berbicara dengan suaminya, dia merasa dia
tidak tertinggal, tidak dikeluarkan dari kehidupan suaminya, dia tetap
bersama suaminya sehingga ada kontak-kontak emosional itu.
|
|
T
|
:
|
Ada hal lain yang perlu dipahami
oleh suami?
|
|
J
|
:
|
Seorang suami perlu mengerti bahwa
wanita sangat dipengaruhi oleh emosi sesaat dan mudah kehilangan keseimbangan
rasional. Kadangkala istri akan mencetuskan kata-kata, misalnya: "Aku
tidak suka denganmu", suami perlu berhati-hati dan tidak
menginterpretasi kata-kata ini secara kaku. Waktu wanita berkata demikian
pada umumnya itu adalah emosinya yang sesaat dan cetusan emosi tidak sama
dengan isi hati. Sedangkan pada umumnya pria baru mengeluarkan kata-kata yang
negatif atau menyakitkan setelah dia merasakan itu untuk waktu yang lama.
Sebaliknya bagi para wanita sebisanya hati-hati dengan kata-kata itu, sebab
pria cenderung menafsir kata-kata itu secara permanen. Suami perlu menyadari
bahwa wanita dipengaruhi oleh emosi sesaat, dan yang sesaat tidak berarti
selama-lamanya.
Selain itu suami harus menoleransi
ketidakkonsitenan dan subjektivitas istrinya. Memang istri mungkin akan
berkata begini hari ini dan besok lain lagi, atau dia berpandangan cukup subjektif
dan kurang melihat secara objektif. Bagi para suami, jangan mempermasalahkan
hal itu, hadapi saja dan beritahukan saja apa yang menurut Anda seharusnya
dipikirkan atau dilakukan oleh istri tetapi tanpa harus menyerang istri.
Saran yang lainnya lagi adalah
jika misalnya ada konflik, berilah penjelasan setelah emosi istri reda. Namun
sewaktu emosinya belum mereda tidak berarti harus ditinggalkan karena justru
akan memancing kemarahan. Biarkan duduk sama-sama, dengarkan dulu sampai dia
sudah tenang nanti disambung lagi. Atau suami bisa katakan untuk menunda dulu
nanti dilanjutkan kembali. Setelah dia tenang, suami akan bisa bicara dengan
lebih logis.
|
|
T
|
:
|
Selain dalam hal emosi, suami
dituntut lebih banyak lagi memahami istri dalam hal apa?
|
|
J
|
:
|
Yang berikutnya adalah TENTANG
BERTANYA, hal ini yang seringkali mengganggu suami. Istri suka bertanya dan
suami sering menganggapnya ingin menguasai, mengatur hidupnya atau
mempertanyakan keputusannya. Pada umumnya, ketika istri bertanya, ia hanya
ingin bicara atau memang sungguh-sungguh tidak mengerti dan ingin mendapatkan
penjelasan dari suaminya. Jadi jarang ada istri yang sungguh-sungguh berminat
atau berambisi untuk menguasai suaminya, kebanyakan mereka bertanya karena
tidak tahu atau hanya untuk ngobrol. Jadi para suami jangan mudah merasa
defensif, marah, atau tersinggung karena istrinya bertanya. Dan kalau kita
tidak sempat menjawab kita bisa menjanjikan kesempatan yang lain tetapi
penuhi janji itu.
|
|
T
|
:
|
Mungkin ada hal lain yang masih
perlu dipahami oleh pria?
|
|
J
|
:
|
Pria perlu mengerti bahwa WANITA
MELIHAT DUNIANYA SECARA PERSONAL ATAU PRIBADI DAN WANITA INGIN DINILAI BAIK.
Kalau pria ingin dinilai sanggup dan mampu, wanita ingin dinilai baik.
Maksudnya, jangan mengritik wanita secara langsung apalagi kasar, karena
wanita memang bersifat pribadi, mudah sekali menafsirkan sesuatu sebagai
serangan terhadap dirinya, menganggap ada yang tidak baik tentang dirinya,
bahwa dia bukan orang yang baik, tidak layak ada yang cacat, itulah yang
sangat mudah melukai hati wanita. Jadi kritiklah dengan sangat hati-hati,
kalau langsung menghujamkan kritikan dampaknya kebanyakan negatif.
Berikutnya JANGAN MEMBANDINGKAN
ISTRI DENGAN ORANG LAIN, hal ini biasanya memancing kemarahan, karena sekali
lagi bersifat pribadi dan berorientasi secara personal. Jadi waktu dia
dibanding- bandingkan, dia merasa dirinya jelek dan ada orang yang lebih
bagus dan dia dipermalukan karena orang lain lebih bagus daripadanya.
Yang terakhir, UNGKAPKAN
KETIDAKPUASAN DENGAN LEMAH LEMBUT DAN YAKINKAN BAHWA INI DEMI KEBAIKAN RELASI
BERDUA. Kalau pria perlu diyakinkan untuk kebaikan pria itu sendiri, wanita
lebih peduli kalau ini dikatakan untuk kebaikan relasi berdua sebab bagi
wanita kebersamaan itu sangatlah penting, jadi ketika dia tahu untuk kebaikan
suami istri, dia akan lebih peka waktu mendengarkannya.
|
|
T
|
:
|
Apa firman Tuhan mengenai topik
menjadi sahabat buat istri ini?
|
|
J
|
:
|
Dari Efesus 5:28, "Demikian
juga suami harus mengasihi istrinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang
mengasihi istrinya mengasihi dirinya sendiri." Firman Tuhan dengan jelas
meminta suami untuk mengasihi istrinya dan siapa yang mengasihi istri, dia
sahabat istri. Yang telah kita bahas tadi merupakan contoh-contoh konkrit
bagaimana suami bisa mengasihi istrinya, misalkan dengan sentuhan, kata-kata
yang lembut, mengerti bahwa dia memang cenderung subjektif, dan sebagainya.
Itu adalah wujud cinta kasih. Saat suami memberikan semua itu, istri melihat
bahwa suami mengasihinya dan dia menganggap suaminya sebagai sahabatnya yang
ada di pria. Oleh Ev: Anton Wamang S.th ,MA |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar